
Seorang wanita tewas terinjak-injak kawanan gajah liar mengamuk pada hari selasa (13/9) lalu. Serangan fatal yang sama juga terjadi bulan lalu di desa yang sama.
Linawati, 35, sedang mengumpulkan air dari sungai di dekat Alue Keujren di kecamatan Kluet Tengah pukul 7:30 pagi ketika kawanan gajah mengamuk dan menginjaknya sampai mati.
"Korban tidak tertolong lagi dan dia meninggal seketika," kata kepala desa Ali Hanafiah.
Ali mengatakan gajah liar telah merusak ratusan hektar kebun jagung, padi dan tanaman lainnya.
"Warga mencoba untuk mengusir kawanan gajah liar menggunakan metode tradisional, seperti melempar bola api yang terbuat dari batok kelapa atau menggunakan kembang api, tapi usaha tersebut sia-sia," katanya, menambahkan bahwa penduduk desa telah melaporkan gangguan ke kecamatan.
Linawati bukan orang pertama dari desa ini yang dibunuh oleh gajah.
Pada bulan Juli 2011, seorang petani bernama Shalahuddin, 30, juga terbunuh oleh amukan gajah. Kematian Shalahuddin diikuti dengan beberapa serangan lain. Seorang petani bernama Misbah (48) terkena serangan namun beruntung masih dapat menyelamatkan diri walau menderita luka parah.
Alue Keujren, terletak 80 kilometer dari ibukota kabupaten Aceh Selatan dari Tapaktuan, adalah sebuah desa terpencil dan terisolasi yang hanya dapat diakses oleh naik perahu tiga jam.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|