Pemantauan ekstensif Kawasan Ekosistem Leuser dilakukan di darat. Para staf ranger BPKEL dibekali dengan keahlian khusus..
Read More
Karena luasnya dan kurangnya akses, pemantauan Ekosistem Leuser, yang terbaik adalah dilakukan dari udara.
Read More
BPKEL menggunakan teknologi penginderaan jauh untuk pemantauan Leuser. Citra satelit efektif untuk area yang luas.
Read More
BPKEL dengan dukungan dari polisi dan LSM setempat melakukan perlindungan, penegakan hukum dan pemulihan.
Read More
Dengan berbagai habitat flora dan fauna yang ada, Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) terbukti berperan dalam pelestarian keanekaragaman hayati. KEL dianggap sebagai salah satu tempat yang terkaya keanekaragaman hayatinya di Asia Tenggara. Sebagian besar jenis satwa langka dapat ditemukan di hutan dataran rendah. KEL bukan hanya sebagai habitat Gajah Sumatera ( elephas maximus ), Orangutan ( pongo pygmaeus ), Harimau Sumatera ( panthera tigris sumatraensis ), Badak Sumatera ( dicherorinus sumatraensis ) dan beberapa jenis burung seperti Argus pheasant saja, namun juga merupakan rumah bagi pohon-pohon Keruing yang banyak digunakan dalam industri kayu dan saat ini telah menjadi langka.



